NIKKEI

Saham-Saham Jepang Menguat Jelang Pengumuman Tarif Resiprokal

Saham-saham Jepang bangkit kembali, didorong oleh kinerja ekuitas AS yang solid menjelang pengumuman Trump tentang tarif penyesuaian, serta jeda dalam penguatan yen.

Indeks Topix naik 1,2% menjadi 2.690,37 pada pukul 9:20 pagi waktu Tokyo setelah kerugian dua hari lebih dari 5,6%.

Sony Group Corp. memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan Topix, meningkat 1,9%. Dari 1.692 saham dalam indeks, 1.415 naik dan 223 turun, sementara 54 tidak berubah.

Nikkei naik 1% menjadi 35.986,04 setelah memasuki koreksi teknis pada hari Senin.

Saham-saham perbankan, asuransi, dan keuangan naik, didukung oleh sektor tersebut di AS. Selain kenaikan pada saham elektronik dan mobil, perdagangan, pertambangan, minyak, dan produk batu bara juga naik karena harga minyak mentah berjangka lebih tinggi. Saham-saham yang terkait dengan permintaan domestik seperti listrik, gas, dan real estat juga menguat.

Fakta bahwa saham-saham AS bangkit kembali secara signifikan dari posisi terendahnya kemarin menunjukkan bahwa ada pembalikan posisi oversold sebelum pengumuman tarif yang akan datang, kata Hideyuki Ishiguro, kepala strategi di Nomura Asset Management. Saham-saham Jepang saat ini kemungkinan akan mengikuti tren ini, katanya.

Pada saat yang sama, para pedagang perlu bersiap menghadapi pergerakan pasar baik naik maupun turun ketika tarif diumumkan, seraya menambahkan bahwa begitu gambaran keseluruhan menjadi jelas, para investor akan dapat membuat prakiraan dengan lebih mudah.

Sumber: Bloomberg

Related News

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

World Time