Yen Jepang (JPY) mempertahankan bias positifnya sepanjang sesi Asia pada hari Kamis (27/3), yang bersama dengan Dolar AS (USD) yang secara luas melemah, membuat pasangan USD/JPY tertekan di atas level psikologis 150,00. Kekhawatiran tentang potensi dampak ekonomi dari tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump meredam selera investor terhadap aset yang lebih berisiko. Selain itu, sentimen hawkish seputar prospek kebijakan Bank of Japan (BoJ), yang didukung oleh pertumbuhan upah yang kuat untuk tahun ketiga berturut-turut, ternyata menjadi faktor utama yang menopang JPY.
Sementara itu, perkiraan Federal Reserve (Fed) untuk dua kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun 2025, yang mendorong penurunan USD yang moderat dari level tertinggi tiga minggu, menandai perbedaan besar dibandingkan dengan ekspektasi BoJ yang hawkish. Hal ini dapat mengakibatkan penyempitan lebih lanjut dari perbedaan suku bunga AS-Jepang dan mendukung prospek apresiasi lebih lanjut dalam jangka pendek untuk JPY yang berimbal hasil lebih rendah. Namun, para pedagang mungkin memilih untuk menunggu rilis CPI Tokyo dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada hari Jumat sebelum memasang taruhan arah baru.(Newsmaker23)
Sumber: FXstreet