AUD/USD

AUD/USD diperdagangkan stagnant setelah data inflasi Australia yang lemah

AUD/USD menunjukkan keraguan di sekitar 0,6300 selama jam perdagangan Amerika Utara pada hari Rabu. Pasangan mata uang Australia berjuang untuk mendapatkan arah setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan Australia untuk bulan Februari, yang menunjukkan bahwa inflasi telah mereda.

Data inflasi naik pada kecepatan yang lebih lambat sebesar 2,4% dibandingkan dengan estimasi dan pembacaan bulan Januari sebesar 2,5%. Secara teknis, data inflasi yang lemah seharusnya telah meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) dapat memangkas suku bunga lagi dalam pertemuan bulan April. Namun, para pedagang juga akan mengabaikan anggaran fiskal ekspansif yang diluncurkan oleh Bendahara Jim Chalmers pada hari Selasa, yang diperkirakan akan menjadi inflasi bagi ekonomi Australia.

Sorotan utama dari anggaran tersebut adalah pengurangan progresif dalam pajak pribadi untuk penghasilan individu antara $18.201 dan $45.000 untuk tiga tahun ke depan. Pemerintah mengumumkan keringanan tagihan energi sebesar $1,8 miliar, yang mendukung rumah tangga menghadapi inflasi tinggi.

Dalam pertemuan bulan Februari, RBA menurunkan suku bunga tunai resmi (OCR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,10%, dan Gubernur RBA Michele Bullock mengarahkan pelonggaran kebijakan moneter yang 'bertahap dan hati-hati' dalam pertemuan kebijakan bulan Februari.

Sementara itu, Dolar AS (USD) bergerak naik tetapi diperdagangkan dalam kisaran terbatas di tengah ketidakpastian mengenai bagaimana tarif oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan membentuk prospek domestik. Trump siap untuk mengumumkan tarif timbal balik pada tanggal 2 April. Namun, ia telah mengindikasikan bahwa beberapa negara dapat memperoleh keringanan tarif.

Mengenai data ekonomi, investor menunggu data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS untuk bulan Februari, yang akan dirilis pada hari Jumat. Para ekonom memperkirakan inflasi inti PCE AS, yang merupakan ukuran inflasi pilihan Federal Reserve (Fed), tumbuh lebih cepat sebesar 2,7% tahun-ke-tahun, dibandingkan dengan kenaikan 2,6% yang terlihat pada bulan Januari.(Cay)

Sumber: Fxstreet

Related News

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.

World Time